Showing posts with label Kampusku. Show all posts
Showing posts with label Kampusku. Show all posts

Komunitas Geng Di Kampus

Komunitas Geng Di Kampus
Nah ini dia, kasus yang baru fauzi temukan setelah satu semester sudah mengalami gimana rasanya jadi mahasiswa. hehehe, Geng kampus! istilah jadulnya kelompok dalam arti entah itu kelompok bermain? kelompok belajar? atau malah kelompok hanya sekedar keren-keren antar anggotanya. Perlu gak sih kita mempunyai geng di kampus.

Sedikit bercerita aja nih, ada sejumlah geng di kelas fauzi: ada yang namanya "D*****" , "BL******","J*****" {disensor} hehehe.. yah ada-ada ajalah tingkah laku si mahasiswa itu semua, namun bagi fauzi nama atau kelompok itu mungkin bisa juga sebagai motivasi ataupun semangat bagi para anggotanya, namun dalam pendirian geng tersebut kita juga harus tahu dan yakin apa tujuan itu baik dan berhubungan dengan kehidupan kita di kampus tempat kita belajar dan menuntut ilmu tentunya, bukan hanya geng sebatas hanya main-main saja.

Namanya remaja menjadi dewasa memang tidak hanya memikirkan kewajiban belajar, memang hiburan juga penting bagi kita. Tapi ingat namnya kewajiban ya harus dilaksanakan terlebih dahulu, terciptanya Geng dalam kehidupan kampus mungkin bisa menjadi pendorong bagi sejumlah mahasiswa yang mempunyai visi yang sama sebagai contoh nih yang baiknya Geng belajar. Nice bukan? adanya kesamaan visi untuk berkumpul dan membahas tentang pelajaran tidak hanya mengasyikan namun juga bisa membantu kita untuk menuntaskan adanya tugas-tugas kuliah mungkin maupun persiapan ujian bersama-sama.

Pada dasarnya adanya Geng di kampus sih sah-sah saja, namun dikembalikan lagi ke jiwa pelajar kita. dan kesadaran kita tentunya pergaulan yang baik itu tidak mengenal umur maupun ras, dan tidak hanya mengenal visi kalian, namun Berprinsipkan dengan kaidah agama! itulah yang terpenting. Ok. selamat menambah teman-teman yang lebih banyak yaaah? Nice to meet you friends..

Jalinan Teman Sekelas

Jalinan Teman Sekelas
Lebih penting manakah menurut teman-teman? teman kelas atau teman beda jurusan? jika disuruh memilih salah satu fauzi menjawab tidak ada jawabanya... lho kenapa? dikarenakan semua teman itu sama, yang mebedakan hanyalah sifat mereka

Adanya perbedaan antara sifat teman satu dengan teman yang lain tersebutlah pendorong kita menjadi bersahabat dan menjadi lebih dekat, karena menurut saya adanya kekurangan dan kelebihan mereka yang berbeda dengan diri kita sendiri itulah yang bisa kita saling melengkapi pada diri kita dan juga sebaliknya.

Teman kelas bagi saya adalah teman bahkan saudara kita dimana kita bersama-sama menimba dan berjuang memperjuangkan cita-cita kita untuk masa depan, dan lenih dari itu kita bisa saling sharing mengenai masalah-masalah atau kendala yang dihadapi selama perjalanan dalam perkuliahan ini berlangsung. Dengan teman hidup lebih bermakna karena memang ada cinta dalam setiap kasih sayang dari seorang teman.

OK mari bertambah teman!!

Preman Cilik Di stasiun

Preman Cilik Di stasiun
Kejadiannya sudah agak terlalu lama namun, masih sangat terngiang bahwa betapa bobroknya dunia kesejahteraan anak-anak di Indonesia ini. Pada saat itu saya sedang menunggu kereta di peron di stasiun POCIN hendak pulang ke rumah, tiba-tiba ada senggolan dari bocah kira-kira umur 5 sampai 6 tahunan seraya di nyeletuk:"bang bagi rokok bang? bang bagi rokok bang!!!!"

Sungguh terkejut saya mendengar kata-kata celetukan tersebut dari seorang bocah, bagaimana tidak habis pikir seorang bocah meminta-minta dengan paksa hanya karena sebuah rokok, kemudian saya serentak menegur dengan kata:"HEH BOCAH!!", langsung dia pergi meninggalkan tempat duduk yang sudah panas dari tadi karena terlalu lama untuk menunggu kereta bogor datang. Saya amati lagi tuh bocah ternyata sekarang sasarannya adalah perempuan yang usianya lebih tua dari saya!! ckckckck

Si bocah tadi menagih uang dari perempuan tersebut malahan sambil berkata "YAUDAH KALO GAK MAU NGASIH , JANGAN CEMBERUT SENYUM DIKIT DONG?" waduh waduuuh nih bocah emaknya dimana sih???? pikir saya dan mungkin orang-orang yang ada disekitar saya juga. Jadi apa kesimpulan yang bisa kita petik dari kejadian tersebut?? lemahnya kesejahteraan di negara kita sudah sangat tampak dari adanya kejadian seperti itu, anak-anak yang seumuran bocah tadi apa cocok berkata dan melakukan hal seperti itu? sungguh sangat tak wajar memang. Kesenjangan sosial di masyarakat kurang mampu seharusnnya menjadi pendorong pemerintah untuk melakukan tindakan agar mereka bisa bekerja secara baik dan mandiri dan kita bisa lebih giat membantu baik moral maupun materiil agar kesenjangan sosial dan jurang pemisah si kaya dan si miskin menjadi dorongan mereka untuk berbuat kriminal bahkan sampai mengajari proffesi anak-anaknya seperti bocah tadi.

Semoga bermanfaat.